Kabar dari Pati
Kabar Terbaru
Loading...

Sabtu, 31 Januari 2026

Rekomendasi 6 Lokasi Wisata Religi Ziarah Di Kabupaten Pati

Rekomendasi 6 Lokasi Wisata Religi Ziarah Di Kabupaten Pati

 


pati.loetju.idWisata religi ziarah di Kabupaten Pati berpusat pada makam para tokoh penyebar Islam, dengan destinasi utama meliputi Makam Syekh Jangkung (Kayen), Makam Syekh Ahmad Mutamakkin (Kajen), dan Makam Nyi Ageng Ngerang (Tambakromo). Lokasi ini ramai dikunjungi peziarah, terutama saat haul dan hari besar Islam, menawarkan pengalaman sejarah dan spiritual khas Jawa. 

Berikut adalah beberapa destinasi wisata religi ziarah populer di Kabupaten Pati:

1. Makam Syekh Jangkung (Saridin) (Desa Landoh, Kayen)
Tokoh ulama penyebar Islam yang dihormati, sering dikunjungi untuk berziarah.


2. Makam Syekh Ahmad Mutamakkin (Desa Kajen, Margoyoso) 
Waliyullah yang berjasa menyebarkan Islam, makamnya menjadi pusat ziarah di wilayah Kajen.


3. Makam Nyi Ageng Ngerang (Tambakromo)
Makam ulama wanita yang disegani dan keturunan Majapahit, dikelilingi kompleks makam bersejarah.


4. Makam Syech Ronggo Kusumo (Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso)
Tokoh penyiar Islam dan cikal bakal Desa Ngemplak, sering diadakan haul setiap bulan Safar.


5. Makam Sunan Prawoto (Desa Prawoto, Sukolilo) 
Makam raja keempat Kesultanan Demak yang juga dikenal sebagai ahli agama.


6. Taman Doa Bunda Maria Segala Bangsa (Tayu) 
Destinasi wisata religi non-Islam (Katolik) yang unik dengan arsitektur perpaduan budaya Indonesia. 


Pati merupakan destinasi yang kaya akan wisata ziarah, sering dikombinasikan dengan ziarah ke makam Sunan Muria yang secara administratif di Kudus namun berbatasan langsung dengan Pati. 
Biografi , Profile, Pendidikan dan Agama Bupati Pati Risma Ardhi Chandra

Biografi , Profile, Pendidikan dan Agama Bupati Pati Risma Ardhi Chandra



pati.loetju.id - Risma Ardhi Chandra biasa dipanggil Bapak Chandra awalnya adalah Wakil Bupati Pati masa jabatan 2025–2030, setelah bupati terpilih yaitu Sudewo ditangkap oleh KPK dalam kasus pengisian perangkat desa kini Chandra diangkat menjadi Plt Bupati Pati oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Bapak Taj Yasin.

Memiliki nama lengkap Risma Ardhi Chandra, beliau lahir pada tanggal  11 Mei tahun  1976.

Sebelum terpilih sebagai Wakil Bupati Pati, Chandra mengawali karier dengan bekerja di PLN bidang IT (2001–2005). Setelah 4 tahun bekerja di sana, ia mendirikan perusahaan IT di Kabupaten Pati.

Pada tahun 2007, bisnisnya mulai merambah ke sektor perikanan, waktu itu masih CV Dua Putra. Kemudian, akhirnya pada tahun 2015 perusahaannya berkembang menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk.

Pada 23 Agustus 2024, Chandra terjun ke dunia politik dan resmi bergabung dengan PKB.

Pada 21 Januari 2026, Risma Ardhi Chandra ditunjuk menjadi pelaksana tugas Bupati Pati, menggantikan Sudewo yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


Biodata Singkat Risma Ardhi Chandra:

Nama Lengkap: Risma Ardhi Chandra

Tempat, Tanggal Lahir: Semarang, 11 Mei 1976

Agama: Islam

Keluarga: Dwi Chandra (Istri)

Pendidikan: 
- SMK Negeri 1 Pati
- Teknik Elektro, UNIKA Soegijapranata Semarang

Karier:
- IT PLN Pati (2001-2005)
- Pendiri PT Indo Pratama Network
- Pendiri PT Dua Putra Utama Makmur Tbk
- Wakil Bupati Pati (2025-sekarang)
- Plt Bupati Pati (Januari 2026-sekarang)

Partai: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Agustus 2024

Minggu, 25 Januari 2026

5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi

5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi

 

pati.loetju.id - Buat sedulur yang kebetulan lagi main ke Kabupaten Pati dan mau mecncari tempat wisata kami punya rekomendasinya. Terlebih bagi sedulur yang suka wisata alam, menikmati kesejukan udara, pemandangan dan keindahan ciptaan Sang Kuasa. 

Selain keindahan yang ditawarkan, rekomendasi wisata alam berikut ini juga tidak menguras kantong jadi ramah bagi siapapun.

Apa saja? ini dia daftarnya.


1. Bukit Naga Jolong
Bukit Naga Jolong adalah perkebunan buah naga yang memungkinkan wisatawan memetik dan membeli buah naga sebagai buah tangan.



2. Wisata Agro Jolong
Wisata Agro Jolong di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menawarkan kebun kopi luas dan beberapa tempat menarik seperti taman bunga, rumah pohon, dan air terjun Grenjeng.




3. Waduk Seloromo
Waduk Seloromo di kaki Gunung Muria, Gembong, Pati, menawarkan suasana sejuk dan menyegarkan mata, membuat wisatawan betah berlama-lama.



4. Waduk Gunung Rowo
Waduk Gunung Rowo, berlokasi di Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menawarkan pemandangan indah dengan latar belakang gunung dan suasana sejuk.


5. Hutan Pinus Pangonan
Hutan Pinus Pangonan adalah wisata alam yang berada di pegunungan Muria, tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.


Demikian tadi postingan kita kali ini tentang 5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi, semoga bermanfaat selamat berwisata.



Jumat, 23 Januari 2026

Wagub Jateng Taj Yasin Lantik Risma Ardhi Chandra Jadi Plt Bupati Pati

Wagub Jateng Taj Yasin Lantik Risma Ardhi Chandra Jadi Plt Bupati Pati

 



Pati.loetju.id - Pati 21 Januari 2026. Setelah bupatinya ditangkap KPK, kursi Bupati Kabupaten Pati kosong, oleh karena itu Gubernur Jateng segera melantik Plt untuk mengisi posisi tersebut.

Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra secara resmi didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Hal itu menyusul penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penunjukan sebagai Plt Bupati tersebut menindaklanjuti radiogram dari Menteri Dalam Negeri, yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi kemudian menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026, tentang penugasan Wakil Bupati Pati untuk melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Pati, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Surat penugasan itu diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, kepada Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta kepada Plt Bupati Pati, agar mengoordinasikan jalannya pemerintahan sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan Pemkab Pati.
“Saya nitip kepada Mas Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati, bisa mengoordinasikan, memberikan ketenangan, ketentraman, di lingkungan pemerintah kabupaten Pati,” ujar dia.

Wagub meminta kepada Plt Bupati Pati untuk terus menjaga soliditas dan profesionalitas ASN Pemkab Pati, agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Marilah bersama-sama bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas dan kewenangan, sesuai penugasan yang diberikan. Sekaligus berkomitmen menjaga integritas tata kelola pemerintahan, agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

“Kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Pati, dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Chandra menyatakan, kehadiran Wagub Jateng sebagai bentuk perhatian dan dukungan, sekaligus memberi arahan dan pedoman dalam situasi yang sedang dihadapi.

“Kami mohon dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pati dalam melanjutkan agenda pembangunan di Pati, agar dapat berjalan dengan baik,” kata dia. (Humas Jateng)*ul 




Breaking News, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, OTT Kasus Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Breaking News, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, OTT Kasus Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa

 


Pati.loetju.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula pada akhir 2025 ketika emerintah Kabupaten Pati mengumumkan rencana pembukaan formasi jabatan perangkat desa pada Maret 2026. 

"Sejak bulan November 2025, diketahui SDW (Sudewo) telah membahas rencana pengisian jabatan perangkat desa tersebut bersama timsesnya,” kata Asep dalam jumpa pers di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Asep menyebutkan, Kabupaten Pati memiliki 21 kecamatan, 401 desa, dan 5 kelurahan, di mana diperkirakan terdapat 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong.

Atas informasi tersebut, Sudewo bersama sejumlah anggota tim sukses atau orang-orang kepercayaannya, memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang kepada para calon perangkat desa (Caperdes).

Di setiap kecamatan, Sudewo menunjuk 8 kepala desa (kades) yang juga bagian tim suksesnya untuk menjadi Koordinator Kecamatan (Korcam) atau yang dikenal sebagai Tim 8.

Mereka terdiri atas Sisman, Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Juwana; Sudiyono, Kepala Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo; Abdul Suyono, Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Imam, Kepala Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal; Yoyon, Kepala Desa Tambaksari, Kecamatan Pati Kota; Pramono, Kepala Desa Sumampir, Kecamatan Pati Kota; Agus, Kepala Desa Slungkep, Kecamatan Kayen; serta Sumarjiono, Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken.


Setelah pembentukan Tim 8 ini, Abdul Suyono dan Sumarjiono menghubungi para kepala desa di wilayah masing-masing untuk menginstruksikan pengumpulan uang dari para Caperdes. 

“Berdasarkan arahan SDW (Sudewo), YON (Abdul Suyono), dan JION (Sumarjiono) kemudian menetapkan tarif sebesar Rp 165 juta sampai dengan Rp 225 juta untuk setiap Caperdes yang mendaftar,” kata Asep.

“Besaran tarif tersebut sudah di-mark up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp 125 juta sampai dengan Rp 150 juta,” ujar dia. Dalam praktiknya, proses pengumpulan uang tersebut diduga disertai ancaman. 

Para calon perangkat desa disebut tidak akan mendapat pembukaan formasi pada tahun-tahun berikutnya apabila tidak mengikuti ketentuan tersebut. 

Atas pengondisian tersebut, hingga 18 Januari 2026, Abdul Suyono tercatat telah mengumpulkan dana sekitar Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di wilayah Kecamatan Jaken.

“Uang tersebut dikumpulkan oleh JION dan saudara JAN (Karjan) selaku Kades Sukorukun yang juga bertugas sebagai pengepul dari para Caperdes, untuk kemudian diserahkan kepada YON, yang selanjutnya diduga diteruskan kepada SDW,” ungkap Asep.

KPK lantas menetapkan Sudewo, Abdul Suyono, Sumarjiono, dan Karjan sebagai tersangka dalam perkara ini. 

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).




Rabu, 01 Oktober 2025

Mengenal Apa Itu Pati Thrust, Sesar Gempa yang Bisa Guncang Semarang hingga Tuban Patut Diwaspadai

Mengenal Apa Itu Pati Thrust, Sesar Gempa yang Bisa Guncang Semarang hingga Tuban Patut Diwaspadai

 



pati.loetju.idWilayah pantai utara Jawa Tengah berisiko mengalami gempa karena terletak di jalur Sesar Naik Pati atau "Pati Thrust". Sesar ini dapat memicu gempa dari Semarang hingga Pati, Rembang, Blora, dan Tuban di Jawa Timur.

Menurut Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Salahuddin Husein, sesar ini terletak di selatan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan membentang dari timur laut-barat daya. Salahuddin menjelaskan bahwa penilaian keaktifan Pati Thrust didasarkan pada beberapa gempa merusak sejak abad ke-19 hingga Mei 2023. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah setempat perlu bersinergi melakukan mitigasi bencana.

Wilayah pantai utara Jawa Tengah berisiko mengalami gempa karena terletak di jalur Sesar Naik Pati atau "Pati Thrust". Sesar ini dapat memicu gempa dari Semarang hingga Pati, Rembang, Blora, dan Tuban di Jawa Timur.


Sumber: Kompas Tv



Sabtu, 16 Agustus 2025

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

 


Pati.loetju.idPati, 16 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 80 tahun, Komunitas Weron People memasang lampu penerangan jalan di perbatasan dukuh. Sebanyak dua titik lampu dipasang tepatnya di sebelah selatan berbatasan dengan Dukuh Kethekputih dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanjungrejo.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang diikuti oleh puluhan anggota komunitas dengan penuh semangat.

“Program pasang lampu hari ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 80, dana yang kami gunakan murni dari donasi masyarakat dan laporannya bisa dipantau bersama lewat website kami www.weronpeople.my.id” ungkap Paminto ketua Komunitas Weron People.

Antusias warga Dukuh Weron sangat mendukung kegiatan ini terbukti dengan donasi yang diberikan baik dalam bentuk uang maupun konsumsi berupa makanan, camilan dan minuman.

“Kami sangat senang dengan program teman-teman WP ini karena tikungan jalan di ujung Dukuh Weron selah selatan kini jadi terang kembali” kata bapak Sronto warga RT 03 yang biasa melalui jalan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Sunetro, warga RT 01 di ujung sebelah utara Dukuh Weron yang berbatasan dengan Desa Tanjungrejo, “Alhamdulillah kini perbatasan Weron jadi terang, sebelumnya agak serem ya kalau lewat perbatasan ini,” ungkapnya saat ditanya media.

Sebelumnya Komunitas Weron people dalam rangka memeriahkan bulan Agustus yang identik dengan nuansa semangat kemerdekaan juga memasang umbul-umbul dan mengecat marka jalan utama Dukuh Weron.

Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini, peringatan 17 Agustus sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia bisa momen bagi generasi muda dalam meneladani dan meruskan perjuangan para pahlawan dengan berusaha membawa kemajuan bagi lingkungan terdekatnya yaitu di dukuh masing-masing.


Penulis:
Achmad Munandar


Kuliner

[Kuliner][recentbylabel2]

Acara

[Acara][recentbylabel2]
Notification
Sugeng rawuh selamat membaca.
Done