Kabar dari Pati
Kabar Terbaru
Loading...

Sabtu, 14 Maret 2026

Inspiratif, Komunitas Weron People Bagikan Santunan Anak Yatim dan Sembako untuk Lansia Dhuafa di Dukuh Weron Pati Jelang Idul Fitri

Inspiratif, Komunitas Weron People Bagikan Santunan Anak Yatim dan Sembako untuk Lansia Dhuafa di Dukuh Weron Pati Jelang Idul Fitri

 



Pati.loetju.id - Pati, 13 Maret 2026 - Memasuki sepertiga terakhir bulan Ramadhan 1447 H, Komunitas Weron People yang berada di bawah naungan Yayasan Weron Peduli Bangsa kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Melalui program "Santunan Ramadhan", mereka menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada anak yatim serta paket sembako bagi lansia dhuafa di wilayah Dukuh Weron, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jumat (13/3).


Kegiatan yang berlangsung sejak sore hari ini dilakukan secara unik dengan metode door-to-door. Puluhan anggota komunitas berkeliling menyisir sudut perkampungan hingga menjelang waktu berbuka puasa demi memastikan bantuan sampai langsung ke tangan penerima.


“Total dana yang tersalurkan hari ini sebesar Rp11.490.000 berasal dari anggota Komunitas Weron People, donasi msyarakat dan sponsor, disalurkan untuk 17 anak yatim dan 128 lansia serta dhuafa. Alhamdulillah program Santunan Ramadhan ini sudah terlaksana selama dua tahun berturut-turut dan akan menjadi program unggulan rutin sebagai sarana berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim dan lansia dhuafa jelang Hari Raya Idul Fitri” ungkap Paminto yang merupakan Ketua Komunitas Weron People Ketika ditemui media.


Program santunan Ramadhan ini mendapat sambutan hangat dari masyrakat, Mbah Warsibah (69 tahun) Warga Dukuh Weron RT 01 RW 05 mengungkapkan tanggapannya, “Matur nuwun kepada adik-adik Weron People atas santunannya, semoga jadi amal sholeh dan berkah” kata beliau kepada media.


Hal senada juga disampaikan oleh Mbah Bukhori (75 tahun) “Pokoke matur nuwunwis ngono wae mugo-mugo lancar rejekine, amin” ungkapnya.


Selain wujud nyata kepedulian terhadap sesama dan kegiatan yang positif bagi komunitas pemuda, program santunan ini sengaja dilakukan di bulan ramadhan karena keberkahannya, sebagaimana hadis riwayat At-Tirmidzi yang menyatakan, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” Amalan ini dilipatgandakan pahalanya, dan bertujuan berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.


“Kami segenap panitia Santunan Ramadhan 2026 mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Komunitas Weron People, donator dan sponsor yang telah mendukung terlaksananya kegiatan sosial ini, semoga menjadi amal sholeh di bulan Ramadan yang penuh berkah dan pahala ini” tutup Paminto.


Penulis
Achmad Munandar
Keren, Komunitas Weron People Bagi Takjil Gratis di Desa Tegalharjo Trangkil Pati

Keren, Komunitas Weron People Bagi Takjil Gratis di Desa Tegalharjo Trangkil Pati

 


Pati.loetju.id - Pati, 8 Maret 2026 - Semangat berbagi di bulan suci terpancar nyata dari aksi sosial Komunitas Pemuda Weron People. Di bawah naungan Yayasan Weron Peduli Bangsa, komunitas ini menggelar aksi bagi-bagi takjil gratis bagi masyarakat pada Kamis (8/3) sore.

Sejak pukul 16.00 WIB, para pemuda sudah bersiap di depan Selatan perempatan Dukuh Weron. Lokasi ini dipilih secara strategis karena merupakan akses utama yang menghubungkan Dukuh Weron dengan Dukuh Kethekputih, memudahkan jangkauan kepada warga yang melintas menjelang waktu berbuka.

Panitia menyalurkan ratusan porsi paket takjil yang terdiri dari aneka makanan ringan dan minuman segar. Tidak hanya menyasar warga lokal Dukuh Weron, masyarakat dari desa sekitar yang kebetulan melintas pun menyambut aksi ini dengan antusiasme tinggi.

Ketua Komunitas Weron People, Paminto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk syiar dan kepedulian nyata.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi sosial dan syiar kami di bulan Ramadan. Kami percaya setiap kebaikan di bulan ini akan dilipatgandakan. Semoga ini bisa menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas," ujar Paminto.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Bapak Kun Darim, salah satu warga yang melintas, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar kegiatan positif ini terus berlanjut.

"Terima kasih untuk mas-mas dari Weron People telah berbagi takjil hari ini. Semoga tahun depan ada lagi," tutur Bapak Kun Darim dengan senyum sumringah.

Keceriaan juga tampak di wajah anak-anak yang ikut mendapatkan paket makanan. Salah satunya adalah Gading, yang tampak senang setelah menerima bingkisan takjil dari para pemuda.

"Pokoke makasih mas, takjile enak!" seru Gading singkat namun penuh kegembiraan.

Aksi ini didasari oleh semangat meneladani ajaran Rasulullah SAW. Sebagaimana dalam hadist riwayat Tirmidzi, mereka yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang serupa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.

Melalui kegiatan ini, Weron People berharap dapat terus konsisten menjadi motor penggerak kebaikan di wilayah Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati dan sekitarnya, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga di momen penuh berkah.


Penulis
Achmad Munandar

Jumat, 06 Maret 2026

Mas Botok dan Mas Teguh Aktivis Pati Bebas

Mas Botok dan Mas Teguh Aktivis Pati Bebas

 


Pati.loetju.id  - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan 10 bulan kepada dua aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, Kamis (5/3/2026). Meski dinyatakan bersalah atas penghasutan dalam aksi pemblokiran Jalur Pantura, keduanya diperintahkan segera bebas dari tahanan.

Meski begitu, hakim memutuskan kedua terdakwa tidak perlu menjalani hukuman enam bulan penjara asalkan mereka lulus dalam pidana pengawasan.

"Memerintahkan pidana tersebut tidak perlu dijalani dengan syarat umum tidak akan melakukan tindak pidana lagi selama menjalankan pidana pengawasan dalam waktu 10 bulan," tegas hakim.

Selanjutnya, Botok dan Teguh bisa bebas atau tak perlu lagi kembali ke sel. "Memerintahkan agar para terdakwa dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan,” imbuh hakim.

Selain itu, hakim menetapkan status sejumlah barang bukti yang digunakan dalam perkara tersebut.

Barang bukti perlengkapan aksi dikembalikan kepada pihak yang berhak. Barang-barang itu antara lain spanduk berisi berbagai tulisan protes, bendera Merah Putih, bendera One Piece, bendera bertuliskan “Masyarakat Pati Bersatu”.

Hakim juga memerintahkan pengembalian sejumlah barang kepada terdakwa Botok dan Teguh. Di antaranya satu unit mobil Ford Ranger, mobil pikap, perangkat pengeras suara, genset, mikrofon, pakaian, serta telepon genggam.

Sementara itu, dua flashdisk yang berisi video ajakan aksi pemblokiran jalan pantura Pati-Juwana dan video ajakan demo pemakzulan Bupati Sudewo, telah dilampirkan dan menyatu dalam berkas perkara.

Adapun barang bukti berupa ban sepeda motor, potongan ban bekas, dan sisa material pembakaran seperti karung, jerami, serta kardus diperintahkan untuk dimusnahkan.

Sebagai informasi, Botok dan Teguh dikenal sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Keduanya merupakan pentolan aktivis yang getol mengampanyekan pemakzulan Sudewo dari jabatan Bupati Pati.

Ia terlibat memobilisasi massa dalam "demo Pati jilid I" 13 Agustus 2025 yang diikuti puluhan ribu orang serta berbagai rentetan demo lanjutan.

Botok dan Teguh ditangkap polisi saat melakukan aksi di Jalur Pantura. Pada waktu bersamaan, DPRD Pati sedang menggelar Rapat Paripurna Hak Angket yang kesimpulannya mayoritas anggota dewan tidak sepakat Sudewo dimakzulkan.

Sumber: Tirto.id

Selasa, 03 Maret 2026

Daftar Digital Printing Terdekat di Kabupaten Pati Jawa Tengah

Daftar Digital Printing Terdekat di Kabupaten Pati Jawa Tengah



Pati.loetju.id - Buat sedulur Pati yang sedang mencari tempat cetak undangan, poster, banner, spanduk atau plakat, gatungan kunci, pin, stiker dan gelas mug lewat postingan kali ini kami punya informasi yang bermanfaat.

Tapi sebelumnya, tahukah sobat apa itu digital printing? 
Digital printing adalah metode cetak modern yang mentransfer file digital (PDF, vektor, gambar) langsung ke berbagai media tanpa pelat cetak. Teknologi ini menawarkan efisiensi tinggi, kecepatan produksi, dan fleksibilitas untuk cetak custom skala kecil hingga besar pada kertas, kanvas, kain, dan sintetis. 

Oke langsung saja ini dia, Daftar Digital Printing Terdekat di Kabupaten Pati Jawa Tengah:


1. Polaris Pusat Digital Printing
Alamat: 
Jl. Diponegoro No.29, Puri
Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59113
Telepon: 0852-2849-1440




2. Masda Digital Printing
Alamat: 
Kampunganyar, Waturoyo, Kec. Margoyoso
Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59154
Telepon: 0823-1448-8133



3. Khan Office
Alamat: 
Kembangarum, Ngemplak Kidul, Kec. Margoyoso
Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59154
Telepon: 0823-2607-1582



4. Loetju Printing Pati
Alamat:
Dukuh Weron RT 01 RW 05 Desa Tegalharjo 
Kec. Trangkil Kab. Pati 59153
Nomor Telepon: 085292613001



5. Jeffry Digital Printing
Alamat: 
Mrican, Purwodadi, Kec. Margoyoso
Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59154
Telepon: 0812-2903-360



6. Muhasabah Digital Printing
Alamat: 
Ngagul, Winong, Kec. Pati, Kabupaten Pati
Jawa Tengah 59111
Telepon: 0812-3650-5698



7. ESGE Digital Printing
Alamat: 
Jl. Tentara Pelajar No.64, Ngarus
Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59112
Telepon: (0295) 386549



8. Nasya Print Juwana
Alamat: 
Jl. Emas, RT.05/RW.02, Growong Lor
Kec. Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59185
Telepon: 0895-4289-08796



9. FCom Trangkil
Alamat: 
Jl. Flamboyan, Bir, Trangkil, Kec. Trangkil, Kabupaten Pati
Jawa Tengah 59153

Telepon: 0852-1049-4001



10. Surya Grafika
Alamat: 
Jl. Mojopitu No.24A, Pati Kidul
Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59114

Telepon: (0295) 381187




Demikian tadi sedulur Pati postingan kita kali ini tentang Daftar Digital Printing Terdekat di Kabupaten Pati Jawa Tengah, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar

Rabu, 18 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026

Selasa, 10 Februari 2026

Info Lowongan Kerja PT Intidaya Rajawali Mulia Wings, Sales Motorist dan Sales Frozen

Info Lowongan Kerja PT Intidaya Rajawali Mulia Wings, Sales Motorist dan Sales Frozen

 


pati.loetju.id - Lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan informasi tentang Lowongan Kerja PT Intidaya Rajawali Mulia, Sales Frozen dan Sales Motorist.

PT Intidaya Rajawali Mulia adalah perusahaan distributor utama untuk produk-produk Wings Group (seperti Top Coffee, sabun, Mie Sedaap) yang berbasis di Semarang dan beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi produk consumer goods, dengan salah satu cabang utamanya berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, Semarang. 






Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Lowongan Kerja PT Intidaya Rajawali Mulia, Sales Frozen dan Sales Motorist, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Sabtu, 31 Januari 2026

Rekomendasi 6 Lokasi Wisata Religi Ziarah Di Kabupaten Pati

Rekomendasi 6 Lokasi Wisata Religi Ziarah Di Kabupaten Pati

 


pati.loetju.idWisata religi ziarah di Kabupaten Pati berpusat pada makam para tokoh penyebar Islam, dengan destinasi utama meliputi Makam Syekh Jangkung (Kayen), Makam Syekh Ahmad Mutamakkin (Kajen), dan Makam Nyi Ageng Ngerang (Tambakromo). Lokasi ini ramai dikunjungi peziarah, terutama saat haul dan hari besar Islam, menawarkan pengalaman sejarah dan spiritual khas Jawa. 

Berikut adalah beberapa destinasi wisata religi ziarah populer di Kabupaten Pati:

1. Makam Syekh Jangkung (Saridin) (Desa Landoh, Kayen)
Tokoh ulama penyebar Islam yang dihormati, sering dikunjungi untuk berziarah.


2. Makam Syekh Ahmad Mutamakkin (Desa Kajen, Margoyoso) 
Waliyullah yang berjasa menyebarkan Islam, makamnya menjadi pusat ziarah di wilayah Kajen.


3. Makam Nyi Ageng Ngerang (Tambakromo)
Makam ulama wanita yang disegani dan keturunan Majapahit, dikelilingi kompleks makam bersejarah.


4. Makam Syech Ronggo Kusumo (Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso)
Tokoh penyiar Islam dan cikal bakal Desa Ngemplak, sering diadakan haul setiap bulan Safar.


5. Makam Sunan Prawoto (Desa Prawoto, Sukolilo) 
Makam raja keempat Kesultanan Demak yang juga dikenal sebagai ahli agama.


6. Taman Doa Bunda Maria Segala Bangsa (Tayu) 
Destinasi wisata religi non-Islam (Katolik) yang unik dengan arsitektur perpaduan budaya Indonesia. 


Pati merupakan destinasi yang kaya akan wisata ziarah, sering dikombinasikan dengan ziarah ke makam Sunan Muria yang secara administratif di Kudus namun berbatasan langsung dengan Pati. 
Biografi , Profile, Pendidikan dan Agama Bupati Pati Risma Ardhi Chandra

Biografi , Profile, Pendidikan dan Agama Bupati Pati Risma Ardhi Chandra



pati.loetju.id - Risma Ardhi Chandra biasa dipanggil Bapak Chandra awalnya adalah Wakil Bupati Pati masa jabatan 2025–2030, setelah bupati terpilih yaitu Sudewo ditangkap oleh KPK dalam kasus pengisian perangkat desa kini Chandra diangkat menjadi Plt Bupati Pati oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Bapak Taj Yasin.

Memiliki nama lengkap Risma Ardhi Chandra, beliau lahir pada tanggal  11 Mei tahun  1976.

Sebelum terpilih sebagai Wakil Bupati Pati, Chandra mengawali karier dengan bekerja di PLN bidang IT (2001–2005). Setelah 4 tahun bekerja di sana, ia mendirikan perusahaan IT di Kabupaten Pati.

Pada tahun 2007, bisnisnya mulai merambah ke sektor perikanan, waktu itu masih CV Dua Putra. Kemudian, akhirnya pada tahun 2015 perusahaannya berkembang menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk.

Pada 23 Agustus 2024, Chandra terjun ke dunia politik dan resmi bergabung dengan PKB.

Pada 21 Januari 2026, Risma Ardhi Chandra ditunjuk menjadi pelaksana tugas Bupati Pati, menggantikan Sudewo yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


Biodata Singkat Risma Ardhi Chandra:

Nama Lengkap: Risma Ardhi Chandra

Tempat, Tanggal Lahir: Semarang, 11 Mei 1976

Agama: Islam

Keluarga: Dwi Chandra (Istri)

Pendidikan: 
- SMK Negeri 1 Pati
- Teknik Elektro, UNIKA Soegijapranata Semarang

Karier:
- IT PLN Pati (2001-2005)
- Pendiri PT Indo Pratama Network
- Pendiri PT Dua Putra Utama Makmur Tbk
- Wakil Bupati Pati (2025-sekarang)
- Plt Bupati Pati (Januari 2026-sekarang)

Partai: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Agustus 2024

Minggu, 25 Januari 2026

5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi

5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi

 

pati.loetju.id - Buat sedulur yang kebetulan lagi main ke Kabupaten Pati dan mau mecncari tempat wisata kami punya rekomendasinya. Terlebih bagi sedulur yang suka wisata alam, menikmati kesejukan udara, pemandangan dan keindahan ciptaan Sang Kuasa. 

Selain keindahan yang ditawarkan, rekomendasi wisata alam berikut ini juga tidak menguras kantong jadi ramah bagi siapapun.

Apa saja? ini dia daftarnya.


1. Bukit Naga Jolong
Bukit Naga Jolong adalah perkebunan buah naga yang memungkinkan wisatawan memetik dan membeli buah naga sebagai buah tangan.



2. Wisata Agro Jolong
Wisata Agro Jolong di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menawarkan kebun kopi luas dan beberapa tempat menarik seperti taman bunga, rumah pohon, dan air terjun Grenjeng.




3. Waduk Seloromo
Waduk Seloromo di kaki Gunung Muria, Gembong, Pati, menawarkan suasana sejuk dan menyegarkan mata, membuat wisatawan betah berlama-lama.



4. Waduk Gunung Rowo
Waduk Gunung Rowo, berlokasi di Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menawarkan pemandangan indah dengan latar belakang gunung dan suasana sejuk.


5. Hutan Pinus Pangonan
Hutan Pinus Pangonan adalah wisata alam yang berada di pegunungan Muria, tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.


Demikian tadi postingan kita kali ini tentang 5 Wisata Alam Murah Meriah di Kabupaten Pati yang Wajib Disinggahi, semoga bermanfaat selamat berwisata.



Jumat, 23 Januari 2026

Wagub Jateng Taj Yasin Lantik Risma Ardhi Chandra Jadi Plt Bupati Pati

Wagub Jateng Taj Yasin Lantik Risma Ardhi Chandra Jadi Plt Bupati Pati

 



Pati.loetju.id - Pati 21 Januari 2026. Setelah bupatinya ditangkap KPK, kursi Bupati Kabupaten Pati kosong, oleh karena itu Gubernur Jateng segera melantik Plt untuk mengisi posisi tersebut.

Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra secara resmi didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Hal itu menyusul penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penunjukan sebagai Plt Bupati tersebut menindaklanjuti radiogram dari Menteri Dalam Negeri, yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi kemudian menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026, tentang penugasan Wakil Bupati Pati untuk melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Pati, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Surat penugasan itu diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, kepada Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta kepada Plt Bupati Pati, agar mengoordinasikan jalannya pemerintahan sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan Pemkab Pati.
“Saya nitip kepada Mas Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati, bisa mengoordinasikan, memberikan ketenangan, ketentraman, di lingkungan pemerintah kabupaten Pati,” ujar dia.

Wagub meminta kepada Plt Bupati Pati untuk terus menjaga soliditas dan profesionalitas ASN Pemkab Pati, agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Marilah bersama-sama bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas dan kewenangan, sesuai penugasan yang diberikan. Sekaligus berkomitmen menjaga integritas tata kelola pemerintahan, agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

“Kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Pati, dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Chandra menyatakan, kehadiran Wagub Jateng sebagai bentuk perhatian dan dukungan, sekaligus memberi arahan dan pedoman dalam situasi yang sedang dihadapi.

“Kami mohon dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pati dalam melanjutkan agenda pembangunan di Pati, agar dapat berjalan dengan baik,” kata dia. (Humas Jateng)*ul 




Breaking News, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, OTT Kasus Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Breaking News, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, OTT Kasus Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa

 


Pati.loetju.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula pada akhir 2025 ketika emerintah Kabupaten Pati mengumumkan rencana pembukaan formasi jabatan perangkat desa pada Maret 2026. 

"Sejak bulan November 2025, diketahui SDW (Sudewo) telah membahas rencana pengisian jabatan perangkat desa tersebut bersama timsesnya,” kata Asep dalam jumpa pers di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Asep menyebutkan, Kabupaten Pati memiliki 21 kecamatan, 401 desa, dan 5 kelurahan, di mana diperkirakan terdapat 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong.

Atas informasi tersebut, Sudewo bersama sejumlah anggota tim sukses atau orang-orang kepercayaannya, memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang kepada para calon perangkat desa (Caperdes).

Di setiap kecamatan, Sudewo menunjuk 8 kepala desa (kades) yang juga bagian tim suksesnya untuk menjadi Koordinator Kecamatan (Korcam) atau yang dikenal sebagai Tim 8.

Mereka terdiri atas Sisman, Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Juwana; Sudiyono, Kepala Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo; Abdul Suyono, Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Imam, Kepala Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal; Yoyon, Kepala Desa Tambaksari, Kecamatan Pati Kota; Pramono, Kepala Desa Sumampir, Kecamatan Pati Kota; Agus, Kepala Desa Slungkep, Kecamatan Kayen; serta Sumarjiono, Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken.


Setelah pembentukan Tim 8 ini, Abdul Suyono dan Sumarjiono menghubungi para kepala desa di wilayah masing-masing untuk menginstruksikan pengumpulan uang dari para Caperdes. 

“Berdasarkan arahan SDW (Sudewo), YON (Abdul Suyono), dan JION (Sumarjiono) kemudian menetapkan tarif sebesar Rp 165 juta sampai dengan Rp 225 juta untuk setiap Caperdes yang mendaftar,” kata Asep.

“Besaran tarif tersebut sudah di-mark up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp 125 juta sampai dengan Rp 150 juta,” ujar dia. Dalam praktiknya, proses pengumpulan uang tersebut diduga disertai ancaman. 

Para calon perangkat desa disebut tidak akan mendapat pembukaan formasi pada tahun-tahun berikutnya apabila tidak mengikuti ketentuan tersebut. 

Atas pengondisian tersebut, hingga 18 Januari 2026, Abdul Suyono tercatat telah mengumpulkan dana sekitar Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di wilayah Kecamatan Jaken.

“Uang tersebut dikumpulkan oleh JION dan saudara JAN (Karjan) selaku Kades Sukorukun yang juga bertugas sebagai pengepul dari para Caperdes, untuk kemudian diserahkan kepada YON, yang selanjutnya diduga diteruskan kepada SDW,” ungkap Asep.

KPK lantas menetapkan Sudewo, Abdul Suyono, Sumarjiono, dan Karjan sebagai tersangka dalam perkara ini. 

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).




Rabu, 01 Oktober 2025

Mengenal Apa Itu Pati Thrust, Sesar Gempa yang Bisa Guncang Semarang hingga Tuban Patut Diwaspadai

Mengenal Apa Itu Pati Thrust, Sesar Gempa yang Bisa Guncang Semarang hingga Tuban Patut Diwaspadai

 



pati.loetju.idWilayah pantai utara Jawa Tengah berisiko mengalami gempa karena terletak di jalur Sesar Naik Pati atau "Pati Thrust". Sesar ini dapat memicu gempa dari Semarang hingga Pati, Rembang, Blora, dan Tuban di Jawa Timur.

Menurut Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Salahuddin Husein, sesar ini terletak di selatan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan membentang dari timur laut-barat daya. Salahuddin menjelaskan bahwa penilaian keaktifan Pati Thrust didasarkan pada beberapa gempa merusak sejak abad ke-19 hingga Mei 2023. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah setempat perlu bersinergi melakukan mitigasi bencana.

Wilayah pantai utara Jawa Tengah berisiko mengalami gempa karena terletak di jalur Sesar Naik Pati atau "Pati Thrust". Sesar ini dapat memicu gempa dari Semarang hingga Pati, Rembang, Blora, dan Tuban di Jawa Timur.


Sumber: Kompas Tv



Sabtu, 16 Agustus 2025

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

Sambut HUT RI Ke 80, Komunitas Weron People Pasang Lampu Penerangan Di Perbatasan Dukuh Weron Tegalharjo

 


Pati.loetju.idPati, 16 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 80 tahun, Komunitas Weron People memasang lampu penerangan jalan di perbatasan dukuh. Sebanyak dua titik lampu dipasang tepatnya di sebelah selatan berbatasan dengan Dukuh Kethekputih dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanjungrejo.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang diikuti oleh puluhan anggota komunitas dengan penuh semangat.

“Program pasang lampu hari ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 80, dana yang kami gunakan murni dari donasi masyarakat dan laporannya bisa dipantau bersama lewat website kami www.weronpeople.my.id” ungkap Paminto ketua Komunitas Weron People.

Antusias warga Dukuh Weron sangat mendukung kegiatan ini terbukti dengan donasi yang diberikan baik dalam bentuk uang maupun konsumsi berupa makanan, camilan dan minuman.

“Kami sangat senang dengan program teman-teman WP ini karena tikungan jalan di ujung Dukuh Weron selah selatan kini jadi terang kembali” kata bapak Sronto warga RT 03 yang biasa melalui jalan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Sunetro, warga RT 01 di ujung sebelah utara Dukuh Weron yang berbatasan dengan Desa Tanjungrejo, “Alhamdulillah kini perbatasan Weron jadi terang, sebelumnya agak serem ya kalau lewat perbatasan ini,” ungkapnya saat ditanya media.

Sebelumnya Komunitas Weron people dalam rangka memeriahkan bulan Agustus yang identik dengan nuansa semangat kemerdekaan juga memasang umbul-umbul dan mengecat marka jalan utama Dukuh Weron.

Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini, peringatan 17 Agustus sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia bisa momen bagi generasi muda dalam meneladani dan meruskan perjuangan para pahlawan dengan berusaha membawa kemajuan bagi lingkungan terdekatnya yaitu di dukuh masing-masing.


Penulis:
Achmad Munandar

Minggu, 10 Agustus 2025

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 137 Olah Batang Serai Jadi Desinfektan Ramah Lingkungan Pada RW 08 Kelurahan Panggung Lor

 


Pati.loetju.id -  Semarang, 10 Agustus 2025 - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 melaksanakan kegiatan edukasi pengolahan batang serai menjadi disinfektan ramah lingkungan pada 21 Juni 2025 di RW 08 Kelurahan Panggung Lor, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada warga mengenai pemanfaatan bahan alami yang aman bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomis.

Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan disinfektan dari batang serai oleh Aufa Fadhil Maulana (Fakultas Peternakan dan Pertanian) bersama David Johnatan Pangemanan (Fakultas Teknik – Teknik Industri). Dalam sesi ini, David mengintegrasikan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap tahap proses, mulai dari persiapan bahan hingga pencampuran akhir. Aufa menjelaskan manfaat penggunaan bahan alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sekaligus menampilkan teknik pengolahan yang praktis. Warga turut serta mengamati setiap langkah secara langsung untuk memastikan pemahaman yang baik. Kolaborasi keduanya menunjukkan bagaimana aspek teknis dan aspek keamanan dapat berjalan seiring. Demonstrasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Muhammad Akhlis Ananta (Fakultas Teknik – Teknik Mesin) yang membahas perhitungan energi terpakai dalam proses produksi. Ananta memaparkan metode menghitung konsumsi energi, khususnya pada tahap perebusan serai yang memerlukan daya panas signifikan. Ia juga menjelaskan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual yang wajar. Materi disampaikan menggunakan contoh nyata dari hasil produksi disinfektan yang dibuat di lokasi. Warga diperkenalkan pada konsep efisiensi energi untuk menekan biaya operasional. Penjelasan teknis ini membantu peserta memahami hubungan antara penggunaan energi dan pengeluaran produksi.

Rahmawati Panca Amalia (FISIP - Administrasi Bisnis) melanjutkan dengan sosialisasi perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menentukan titik impas usaha. Rahma menjabarkan komponen biaya yang memengaruhi BEP, mulai dari komponen biaya tetap dan biaya variabel. Ia mengajak warga melakukan simulasi harga jual berdasarkan data HPP yang sudah dijelaskan sebelumnya. Simulasi perhitungan margin keuntungan juga dilakukan untuk memberi gambaran potensi laba. Materi ini dirancang agar mudah dipahami oleh warga. Warga terlihat antusias karena perhitungannya dapat langsung diaplikasikan.

Di sela kegiatan, Najwania Manika Widyadhari (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) membagikan leaflet berisi ajakan untuk memanfaatkan bahan alami demi menjaga kebersihan lingkungan. Leaflet dirancang dengan desain menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Isinya mencakup ringkasan manfaat serai dan tips penggunaannya sebagai disinfektan. Najwania memastikan setiap peserta mendapatkan leaflet sebagai pegangan di rumah. Media ini berfungsi sebagai pengingat dan panduan praktis setelah kegiatan selesai. Upaya ini juga memperkuat aspek edukasi yang
menjadi tujuan utama program.

Catelia Risma Diyanti (Sekolah Vokasi – Informasi dan Humas) menambah dukungan visual dengan membuat mini standing banner berisi informasi edukasi pentingnya disinfektan serai. Banner ditempatkan di titik strategis lokasi kegiatan sehingga dapat dibaca oleh warga yang hadir maupun yang melintas. Desainnya memadukan teks singkat dan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Kontennya menekankan keunggulan serai sebagai bahan baku pembersih alami. Media ini membantu menyebarluaskan informasi secara visual dan menarik. Banner juga diharapkan dapat digunakan kembali pada kegiatan serupa.

Kontribusi visual lainnya datang dari Muhammad Mada Novarianto (Fakultas Teknik-Teknik Industri) yang membuat poster ringkas mengenai langkah-langkah pembuatan disinfektan serai. Poster tersebut menampilkan ilustrasi tahap demi tahap secara jelas. Kontennya disusun berdasarkan proses yang didemonstrasikan sebelumnya oleh Aufa dan David. Mada memastikan setiap informasi disajikan akurat agar warga bisa menirukan proses di rumah. Poster ini juga dilengkapi tips penyimpanan agar produk tetap efektif. Keberadaan media ini menjadi pelengkap penyebaran informasi yang efektif.

Risma Lusiana Febriyanti (FISIP – Administrasi Publik) membuat poster khusus yang memuat manfaat batang serai untuk disinfektan dan tata cara pembuatannya. Informasi pada poster disusun secara terstruktur dengan dukungan ilustrasi yang sederhana namun informatif. Risma menekankan bahwa batang serai mudah didapat di lingkungan sekitar dan memiliki efektivitas tinggi sebagai bahan pembersih. Konten ini mendorong warga untuk memanfaatkan potensi lokal yang murah namun bermanfaat besar. Poster dipasang di area yang mudah diakses oleh warga selama kegiatan berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi publik yang aplikatif.


Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang kuat. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi memadukan keahlian teknis, analisis bisnis, strategi komunikasi, dan edukasi publik. Pendekatan ini membuat warga memperoleh pemahaman yang lengkap, mulai dari teknik pembuatan hingga peluang pemanfaatan secara ekonomi. Kombinasi teori dan praktik membuat materi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Setiap peran dijalankan sesuai kompetensi akademik masing masing anggota tim.

Kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 137 ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh dan bermakna bagi warga RW 08 Kelurahan Panggung Lor. Melalui kolaborasi lintas disiplin yang kuat, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang pembuatan disinfektan ramah lingkungan dari batang serai, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai aspek keamanan, efisiensi energi, serta manajemen bisnis yang dapat mendukung keberlanjutan produk ini. Pendekatan yang interaktif dan aplikatif sukses membangkitkan semangat partisipasi warga dalam mengadopsi praktik hidup sehat dan berkelanjutan.

Dengan bekal ilmu yang komprehensif dan media edukasi yang mendukung, warga kini lebih siap untuk menerapkan pembuatan disinfektan alami secara mandiri sekaligus membuka kesempatan usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Keberhasilan program ini mencerminkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat, yang dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Inovasi sederhana dari batang serai ini membuktikan betapa potensi sumber daya alam di sekitar kita dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan kebersihan dan kesehatan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

Bupati Pati Sudewo Batalkan Kebijakan Kenaikan Pajak PBB-P2 250% Yang Sudah Membayar Akan Dikembalikan

 


Pati.loetju.id  - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Pati yang selama beberapa minggu ini dihebohkan dengan kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.

Hari ini, Jumat 08 Agustus 2025 mengutip video yang diposting oleh akun facebook Patinews, Bupati Pati Sudewo menyatakan bahwa kebijakan kenaikan pajak PBB-P2 tahun 2025 dibatalkan, masyarakat akan membayar pajak sesuai nominal tahun 2024, bagi yang sudah terlanjur membayar lunas pajak 2025 uangnya akan dikembalikan.



Berikut kutipan lengkap pernyataan dari video tersebut:

"Assalamu'alaikum wrwb, bapak ibu sekalian warga kabupaten Pati yang saya hormati dan saya banggakan. Saya didampingi bapak Kajari, bapak Komandan Kodim 0718, Bapak Kapolresta ingin menyampaikan bahwa: mencermati perkembangan situasi dan kondisi juga mengakomodir aspirasi yang berkembang Saya memutuskan kebijakan kenaikan PBB-P2 saya Batalkan, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif dan dalam rangka memperlancar ekonomi dan pembangunan Kabupaten Pati.

Saya sampaikan berarti pembayaran pajaknya, akan kembali seperti semula yaitu seperti pada tahun 2024. Bagi yang sudah terlanjur membayar uang sisanya itu akan dikembalikan oleh pemerintah yang akan diatur teknisnya oleh BPKAD dan oleh kepala desa.

Saya sampaikan pula, bahwa saya tetap akan konsisten membangun Kabupaten Pati secara maksimal, melayani masyakarakat kabupaten Pati secara maksimal setulus-tulusnya. Jadi ini murni dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif dan juga tidak ada perubahan sikap dari saya, saya tetap tulus ikhlas untuk masyarakat Kabupaten Pati semuanya tidak ada yang saya bedakan. Maksimal pembangunan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

Demikian yang saya sampaikan bila ada sesuatu yang kurang berkenan selama ini Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kita kompak solid gotong royong membangun kabupaten Pati, demi kabutaten Pati maju, Kabupaten Pati kita cintai bersama.

Wassalamu'alaikum wrwb"


Sebelumnya ramai di media sosial facebook pada Selasa tanggal 5 Agustus terjadi perdebatan antara warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang sedang menggalang donasi di depan kantor bupati dengan Satpol PP yang hendak menyita air minum donasi masyarakat untuk demo yang akan digelar pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti terkait kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250%.



Sumber video: Akun Facebook Patinews


===
Baca Juga:

Rabu, 06 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) Akan Ikut Demo 13 Agustus 2025

 



Pati.loetju.id - Satu lagi unsur masyarakat akan bergabung dengan demo tanggal 13 Agustus di Pati. Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) yang diketuai oleh Sahal Mahfudh menyatakan sudah menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada Polresta Pati. Ia menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung damai dan tanpa unsur anarkis.

Selain protes terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2 yang memberatkan masyarakat, Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) juga akan menyampaikan aspirasi tentang penolakan kebijakan sekolah 5 hari yang membuat siswa pulang sekolah hingga sore hari dan tidak ada waktu mengikuti kegiatan TPQ dan Madrasah Diniyah.

Sahal lewat akun facebooknya menuliskan:

Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu dimana Gusti Allah menciptakan cahaya, 06 Agustus 2025, kami menyerahkan surat pemberitahuan aksi ASPIRASI (Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi) ke Polresta Pati. Semoga ini masuk dalam kategori perjuangan dalam hadits Kanjeng Nabi Muhammad صلى الله على محمد 

أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَيُّ الجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: كَلِمَةُ حَقٍّ عِندَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ.
Bahwasanya Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ ditanya: "Jihad apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "(Menyampaikan) Ucapan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim."

Kami menghormati para pemimpin, sebagai sesama manusia dan warga Indonesia. Tetapi, kami tidak menyukai tindakan-tindakan korup, kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Tindakan semacam ini harus dilawan. Semoga usaha ini diridhai dan diberkahi Gusti Allah. Semoga juga aksi 13 Agustus 2025 Rabu depan di Alun-Alun Pati berjalan kondusif, aman, nyaman, tuntutan rakyat bisa diterima dan dijalankan, para pemimpin diberikan amanah, adil dan welas asih kepada rakyatnya. Amin ya Rabb.


Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan  PBB-P2 250 Persen

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Akan Gelar Demo Tanggal 13 Agustus 2025 Terkait Kenaikan PBB-P2 250 Persen

 



Pati.loetju.id - Warga dari berbagai penjuru akan bersatu dalam aksi demo pada 13 Agustus 2025, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meroket hingga 250 persen. 

Hingga tanggal 6 Agustus 2025 terpantau posko penggalangan donasi berada di depan kantor Bupati menerima donasi masyarakat silih berganti. Ratusan dus berisi air mineral datang sebagai bentuk dukungan dari masyarakat, selain itu juga ada donasi berupa mie instan, makanan ringan hingga telur busuk yang akan digunakan saat demo pada tanggal 13 Agustus 2025 nanti.

Seorang warga berinisial AM yang tak mau disebut namanya mengungkapkan kenaikan PBB-P2 ini memang sangat memberatkan, "Tahun 2024 lalu, saya hanya membayar 34.000 tapi tahun 2025 ini naik jadi Rp134.000 jadi sangat memberatkan ditambah tidak ada sosialisasi sebelumnya." ungkapnya.


Sumber foto: Matranews

Rabu, 09 Juli 2025

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan: Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNDIP dan Kelompok Tani Desa Sukorejo, Sragen

 


Pati.loetju.id - Mahasiswa KKN-T UNDIP melaksanakan kegiatan edukasi bertema "Edukasi Hukum Lingkungan untuk Petani Berkelanjutan" di rumah Ketua Kelompok Tani dan Ternak Desa Sukorejo, Sragen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dan peternak mengenai dampak lingkungan dari praktik pertanian konvensional serta solusi berbasis hukum dan teknologi ramah lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan masyarakat desa dapat menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan sekaligus memahami konsekuensi hukum dari pencemaran lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi IDBU-KKN Tematik 42, yaitu mendukung tumbuhnya semangat belajar bagi anak-anak desa, di bawah bimbingan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.  

Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juli 2025 dengan metode diskusi informal, melibatkan 20 petani dan peternak Desa Sukorejo. Pendekatan ini dipilih untuk memicu interaksi aktif, di mana peserta bebas menyampaikan keluhan, pengalaman, dan pertanyaan terkait isu lingkungan. Diskusi difokuskan pada analisis masalah lokal seperti ketergantungan pupuk anorganik, pembuangan limbah ternak dan ikan lele ke sungai, serta pencemaran saluran irigasi. Suasana santai namun serius memungkinkan mahasiswa KKN-T UNDIP menyampaikan materi hukum lingkungan secara aplikatif, termasuk solusi praktis seperti pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik.  

Berdasarkan analisis dari berita daerah dan penelitian mahasiswa, sebagian besar petani di Sragen masih bergantung pada pupuk anorganik, sementara peternak belum optimal mengelola limbah kotoran ternak. Limbah budidaya ikan lele juga sering dibuang langsung ke sungai. Di sisi lain, petani mengeluhkan kerusakan lahan akibat limbah yang mencemari saluran irigasi, terutama pada malam hari ketika air berbau tidak sedap.  

Kegiatan edukasi ini mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 60, 69, 100, dan 104, yang mengatur kewajiban pengelolaan limbah dan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 138 huruf (h) menegaskan bahwa limbah harus diolah sesuai standar baku mutu lingkungan. Pelanggaran terhadap aturan ini, seperti pembuangan limbah ternak atau pupuk kimia berlebihan ke sungai, dapat dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 100 dan 104 UU No. 32/2009  

Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP menawarkan solusi berbasis partisipasi masyarakat. Pertama, mendorong pertanian organik dengan memanfaatkan kompos dari limbah ternak dan sisa tanaman untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Kedua, menyelenggarakan pelatihan bagi petani dan peternak tentang teknik pengelolaan limbah serta praktik pertanian berkelanjutan. Ketiga, mengembangkan teknologi sederhana seperti reaktor biogas dan kolam sedimentasi untuk mengubah limbah ternak menjadi energi dan pupuk. Keempat, membentuk tim pengawas lingkungan desa yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk memantau dan melaporkan pelanggaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sukorejo dapat menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mematuhi regulasi hukum yang berlaku. 

Kegiatan berhasil menciptakan forum diskusi aktif, di mana petani menyadari pentingnya aspek hukum lingkungan. Misalnya, peserta sepakat menginisiasi pembuatan pupuk organik bersama dan melaporkan kasus pencemaran ke pemerintah desa. Antusiasme ini menunjukkan keberhasilan pendekatan partisipatif dalam membangun kesadaran kolektif.  

Forum diskusi ini diharapkan menjadi wadah tetap advokasi lingkungan di Sukorejo. Dengan pemahaman hukum yang memadai, petani dapat menjadi agen perubahan menuju pertanian berkelanjutan sekaligus penjaga kelestarian ekosistem desa. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat seperti ini menjadi kunci mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan.  

Kegiatan ini tidak hanya memenuhi tujuan KKN-T UNDIP dalam transfer ilmu, tetapi juga memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat. Dukungan dari Dr. Cahya Setya Utama dan IDBU-KKN Tematik 42 mempertegas komitmen untuk membangun desa yang mandiri dan berwawasan lingkungan.



Editor:
Achmad Munandar

Kuliner

[Kuliner][recentbylabel2]

Acara

[Acara][recentbylabel2]
Notification
Sugeng rawuh selamat membaca.
Done